SUBBAB 5: Operator Turunan Kedua

Tujuan Pembelajaran

Setelah selesai mempelajari materi, mahasiswa diharapkan mampu mengenal dan memahami konsep operator turunan kedua untuk pendeteksian tepi.

Konsep Turunan Kedua dalam Deteksi Tepi

Salah satu pendekatan untuk mendeteksi tepi adalah dengan menggunakan turunan kedua dari citra. Turunan kedua sendiri tidak secara langsung menunjukkan puncak perubahan. Namun, zero-crossing dari hasil turunan kedua (yaitu titik di mana nilainya berubah dari positif ke negatif atau sebaliknya) dapat diperkirakan sebagai lokasi tepi objek, yaitu perubahan intensitas yang paling tajam. Jika turunan pertama digunakan untuk mengetahui seberapa cepat perubahan intensitas terjadi (misalnya dari gelap ke terang), maka turunan kedua digunakan untuk mengetahui di mana perubahan tersebut mencapai titik maksimum atau minimum yang ditandai dengan zero-crossing.


Analogi Sederhana:

Bayangkan kamu sedang berjalan naik gunung seperti pada Gambar 5.1. Kalau turunan pertama memberi tahu kamu seberapa curam tanjakannya, maka turunan kedua memberitahu di mana tanjakan itu mulai berubah, misalnya:

  • dari menanjak → jadi datar
  • dari datar → jadi menurun
Koordinat

Gambar 5.1 Ilustrasi analogi turunan pertama dan kedua

Kesimpulan:

  • Turunan pertama = menunjukkan seberapa curam lereng yang sedang kamu daki atau turuni. Bayangkan kamu sedang berjalan di sebuah bukit. Jika lerengnya curam, berarti perubahan ketinggian terjadi dengan cepat, ini seperti perubahan intensitas cahaya yang tajam dalam sebuah citra. Dalam konteks pengolahan citra, turunan pertama digunakan untuk mengukur kecepatan perubahan intensitas pada setiap piksel. Nilai yang tinggi menandakan transisi yang cepat dari terang ke gelap atau sebaliknya, yang menunjukkan adanya kemungkinan tepi.
  • Turunan kedua = menunjukkan bagaimana kemiringan lereng itu sendiri berubah. Kembali ke analogi bukit: ketika kamu mendaki, ada titik di mana tanjakan mulai berkurang hingga akhirnya mencapai puncak bukit, saat itulah lereng berubah dari menanjak menjadi menurun. Atau sebaliknya, ketika kamu menurun dan tiba-tiba lereng mulai mendatar dan kemudian menanjak, itu adalah dasar lembah. Titik-titik seperti ini merupakan inflection points atau titik belok, dan dalam pengolahan citra, ini sering kali menjadi indikasi lokasi tepit. Turunan kedua mendeteksi perubahan arah dari gradien (turunan pertama), dan zero-crossing (titik di mana hasil turunan kedua berubah tanda) adalah cara umum untuk menemukan lokasi tepi..

Nah, dalam gambar, kita juga ingin tahu di mana perubahan besar intensitas (warna/kecerahan) terjadi secara tiba-tiba. Titik-titik inilah yang biasanya menandakan tepi objek.


Perbedaan Turunan Kedua dan Turunan Pertama
Aspek Turunan Pertama Turunan Kedua
Mengukur apa Seberapa cepat terjadi perubahan Di mana perubahan itu paling kuat
Tipe informasi Arah dan kekuatan perubahan Lokasi puncak perubahan
Umum digunakan oleh Operator Sobel, Prewitt, Roberts Laplacian, Laplacian of Gaussian (LoG)
Sensitivitas noise Lebih tahan Lebih sensitif
Rumus Diskrit untuk Turunan Kedua

Dalam bentuk diskrit (pada gambar digital), turunan kedua didekati dengan selisih dua tingkat, contohnya:

\[ \frac{\partial^2 f}{\partial x^2} \approx f'(x+1) - 2f'(x) + f'(x-1) \]

Untuk 2 dimensi (citra digital), turunan kedua mencakup arah \( x \) dan \( y \):

\[ \nabla^2 f = \frac{\partial^2 f}{\partial x^2} + \frac{\partial^2 f}{\partial y^2} \]

Simbol \( \nabla^2 \) dikenal sebagai Laplacian.

Zero Crossing (Titik Pergantian Tanda)

Turunan kedua mendeteksi perubahan dari perubahan itu. Nah, ketika turunan kedua berubah tanda (misalnya dari negatif ke positif), itu disebut zero crossing. Zero Crossing berarti “perubahan tanda”, yaitu:

  • 📉 Dari positif → negatif
  • 📈 Atau dari negatif → positif

Dalam konteks gambar:

  • Saat hasil Laplacian menunjukkan nilai berubah dari positif ke negatif (atau sebaliknya), berarti kita melewati suatu titik perubahan mendadak.
  • Titik itulah yang dianggap sebagai titik tepi.

Contoh

Gambar 5.2 menunjukkan citra grayscale ukuran 4×4 dan nilai pikselnya:

Citra Grayscale 4×4 Input Matriks
Contoh Citra Grayscale Nilai Piksel

Gambar 5.2 Citra grayscale 4x4 dan nilai pikselnya


Kita ambil baris pertama pada matriks piksel tersebut.

\[ [10 \quad 11 \quad 117 \quad 115] \]



Langkah 1: Hitung Turunan Pertama

Baris piksel yang kita ambil tersusun secara horizontal, maka turunan pertamanya dihitung dengan:

$$\frac{\partial f}{\partial x} \approx \frac{f(x+1, y) - f(x-1, y)}{2}$$


Forward Difference:
$$\frac{\partial f}{\partial x} \approx f(x+1, y) - f(x, y)$$


Backward Difference:
$$\frac{\partial f}{\partial x} \approx f(x, y) - f(x-1, y)$$

Hasilnya:

Indeks Kolom Nilai Piksel Rumus & Pendekatan Hasil Turunan
0 10 Forward difference:
\(f(1) - f(0) = 11 - 10\)
\(\frac{\partial f}{\partial x} = 1\)
1 11 Central difference:
\(\frac{f(2) - f(0)}{2} = \frac{117 - 10}{2} = 53.5\)
\(\frac{\partial f}{\partial x} = 53.5\)
2 117 Central difference:
\(\frac{f(3) - f(1)}{2} = \frac{115 - 11}{2} = 52\)
\(\frac{\partial f}{\partial x} = 52\)
3 115 Backward difference:
\(f(3) - f(2) = 115 - 117 = -2\)
Nilai negatif menunjukkan penurunan intensitas dari kiri ke kanan.
\(\frac{\partial f}{\partial x} = -2\)


Langkah 2: Hitung Turunan Kedua

Turunan Kedua dihitung dengan:

f''(x) = f'(x+1) - 2f'(x) + f'(x-1)
Posisi x f'(x) f'(x+1) f'(x-1) f''(x) = f'(x+1) - 2f'(x) + f'(x-1) Hasil f''(x)
0 1 53.5 - Tidak bisa dihitung -
1 53.5 52 52 - 2(53.5) + 1 -54
2 52 -2 -2 - 2(52) + 53.5 -52,5
3 -2 - Tidak bisa dihitung -

Catatan: Pada posisi pertama dan terakhir (x = 0 dan x = 3), turunan kedua tidak dapat dihitung karena tidak ada nilai f'(x-1) dan f'(x+1) yang tersedia.


Contoh Pendeteksian Zero Crossing

Zero crossing terjadi saat nilai berubah dari negatif ke positif atau sebaliknya. Jika terdapat hasil turunan kedua berikut: [52.5, -1.5 dan -54], maka:

Hasil turunan kedua:

[ 52.5   -1.5   -54 ]
       
        Positif ke negatif
  

Maka, zero crossing terjadi antara posisi 0 dan 1. Titik tersebut adalah kandidat tepi.

Gambar 5.3 Grafik hasil turunan kedua

Aktivitas 11

Kerjakan aktivitas berikut untuk menguji pemahaman dan menambah nilai progresmu!

Bacalah setiap pernyataan dan pilihan jawaban. Pilih satu jawaban benar dari lima pilihan yang tersedia.