SUBBAB 1: Pendahuluan

Rangkuman
  1. Deteksi Tepi
    • Deteksi Tepi adalah proses dalam pengolahan citra digital untuk menemukan batas antar objek dengan mendeteksi perubahan tajam intensitas piksel dalam gambar. Teknologi ini digunakan, misalnya, pada Face ID dan pengenalan sidik jari, agar perangkat bisa "melihat" dan mengenali pola unik seperti wajah atau sidik jari.
    • Komputer tidak melihat gambar seperti manusia, melainkan sebagai kumpulan angka (piksel) yang dianalisis untuk mencari perubahan tajam nilai, yang disebut titik puncak dan titik belok. Titik ini menandai lokasi tepi objek. Konsepnya mirip seperti seseorang yang berjalan lalu tiba-tiba menemukan tangga—ada perubahan drastis. Deteksi tepi membantu komputer mengenali bentuk objek dan menganalisis gambar lebih akurat, misalnya untuk keperluan medis atau keamanan.

  2. Citra Digital
    • Citra Digital adalah gambar dua dimensi yang terdiri dari banyak piksel (titik kecil) yang tersusun dalam grid (matriks). Setiap piksel memiliki nilai yang menunjukkan warna atau tingkat kecerahan.
    • Semakin besar resolusi, semakin detail dan jelas gambarnya. Semakin kecil, gambar tampak buram atau pecah.
    • Citra RGB (berwarna) terdiri dari tiga komponen warna: Merah (R), Hijau (G), dan Biru (B). Setiap piksel diwakili oleh kombinasi nilai RGB (0–255). Digunakan dalam kamera, layar, dan perangkat digital lainnya.
    • Citra grayscale (abu-abu) hanya memiliki satu nilai intensitas per piksel (0–255). ebih ringan dalam penyimpanan dan lebih mudah diproses. Sering digunakan dalam deteksi tepi dan pengolahan gambar sederhana.
    • Citra biner (hitam-putih) hanya terdiri dari dua nilai: 0 (putih) dan 1 (hitam). Dihasilkan dari citra grayscale melalui proses thresholding. Umum digunakan dalam segmentasi atau masking gambar.